Kapribaden Header
Home Romo Herucokro Semono Kapribaden Organisasi Pengalaman Sejati Tanya Jawab F.A.Q. Kontak
 
Home » Organisasi » Berita Kapribaden » Peringatan Sabdho Honocoroko
 
   
 

Sambutan Pinisepuh Kapribaden
dalam rangka Peringatan Sabdho Honocoroko ke 31 tanggal 29 April 2009

 



Rahayu,

Kepada kadhang kadhangku yang saya tresnani,

Seperti kita ketahui bahwa pada tanggal 29 April 1978, ROMO Sadbho (yang ditulis memakai huruf Jawa Honocoroko), yang merupakan satu-satunya Sabdho ROMO yang tertulis (Sabdho Honocoroko), sejarahnya dapat dibaca dalam Sejarah Kapribaden.

Walau setiap tahun, Putro Putro Romo Herucokro Semono yang tergabung di Paguyuban Penghayat Kapribaden selalu memperingati Sabdho Honocoroko, namun diharapkan peringatan tersebut janganlah hanya menjadi rutinitas belaka tanpa dimaknai.

Putro Putro Romo harus dapat memaknai dengan sungguh-sungguh apa yang dimaksudkan dan diinginkan oleh Romo Herucokro Semono dalam Sabdho beliau dimana tertulis “ROMO MANGESTONI PUTRO PUTRO KUDU NGAKONI PUTRO ROMO”.

Itu berarti untuk menjadi Putro yang dipangestoni atau yang dikehendaki dan diakui maka PUTRO PUTRO HARUS MAU MENGAKU SEBAGAI PUTRO ROMO HERUCOKRO SEMONO baik secara GULUNG (spiritual ke Moho Suci) maupun secara GELAR (perwujudan dalam masyarakat).

SECARA GULUNG, Putro Putro Romo harus secara terus menerus menjalankan paringan dan wulang wuruk Romo Herucokro Semono yaitu Panca Gaib (Kunci, Asmo, Mijil, Singkir, dan Paweling) dan Pangumbahing Raga (Sabar, Narimo, Ngalah, Tresno Welas Asih dan Iklas) secara murni dan benar, sampai dapat merasakan petunjuk-petunjuk Uripnya melalui “Rasa Sejati” dan mau melaksanakannya sehingga akan mendapatkan ketentraman dalam kehidupan sehari-harinya karena selalu dalam tuntunan dan pengayoman Moho Suci.

SECARA GELAR, apabila Putro Romo sudah menjalani Laku dengan benar, maka dalam kehidupan bermasyarakat akan tampil perwujudan Putro Putro Romo Herucokro Semono sesuai dengan “Kekudhangan” Beliau yaitu:

• setiap tingkah lakumu kalau dilihat dan dipandang orang lain selalu menyenangkan,
• apapun yang kamu ucapkan membuat orang lain tenteram,
• perbuatanmu selalu menepati janji (ucapan dan perbuatan sama)
,

Lebih lengkapnya . . .


Dan sebagai Putro ROMO yang menyakini Sabdho-Sabdhonya terutama Sabdho Honocoroko yang nyata-nyata secara tertulis, maka kita juga harus yakin bahwa ROMO pasti akan memberikan jalan untuk dapat melaksanakannya.

Oleh karena itu secara gelar tentunya Putro Putro harus BERANI MENYATAKAN BAHWA DIRINYA ADALAH PENGHAYAT KEPERCAYAAN KAPRIBADEN bila ada yang bertanya tentang keyakinan/kepercayaan yang kita jalani.

Apalagi saat ini Undang-Undang Administrasi Kependudukan menyatakan bahwa kolom agama di KTP & KK dikosongkan bagi penghayat kepercayaan. Itu artinya bagi penghayat kepercayaan tidak lagi dipaksa untuk mengisi salah satu agama di kolom agama. Maka terbukti secara gelar ROMO telah memberikan jalan yang sah kepada Putro Putro sebagai warga negara Indonesia untuk MENGAKU PUTRO ROMO dengan cara mengosongkan kolom agama di KTP.

Namun demikian sebagai Satriyo dan Wanito Sejati maka Putro Romo dalam melaksanakan sabdho tersebut harus dengan bijaksana disesuaikan dengan kondisi di lingkungannya dan jangan lupa selalu Kunci Mijil, sehingga hasilnya tetap mahanani tentram bagi Putro Romo sendiri maupun bagi masyarakat di sekitarnya.

Demikianlah yang dapat saya sampaikan dalam rangka Peringatan Sabdho Honocoroko ke 31 tanggal 29 April 2009. Saya ucapkan Selamat memperingati Sabdho Honocoroko dan marilah kita terus berusaha untuk dapat menjadi PUTRO ROMO yang sejati.

Teguh, Rahayu, Slamet.

Ttd.

Ny. Hartini Wahyono

 

 
Anda Pengunjung Ke : 147845
Copyright © 2005-2008 Kapribaden - V.1. All rights reserved.