Kapribaden Header
Home Romo Herucokro Semono Kapribaden Organisasi Pengalaman Sejati Tanya Jawab F.A.Q. Kontak
 
Home » Organisasi » Berita Kapribaden » In Memoriam Bp. Dr. Wahyono Raharjo GSW., MBA » Satu Tahun Terakhir
 
   
In Memoriam
 

Satu Tahun Terakhir
Kegiatan Bp. Dr. Wahyono Raharjo GSW., MBA
Bersama
Badan Perjuangan Kebebasan Beragama dan Berkepercayaan
( BPKBB )



10 Desember 2005
Bersama LSM-LSM memeperingati Hari HAM se dunia, mengadakan Aksi Damai di depan Istana Presiden, menuntut agar mencabut perundang-undangan yang diskriminatif terhadap kebebasan beragama dan berkepercayaan dan menghapus kolom agama di KTP.
   
22 – 24 Januari 2006
Mengantar menghadap ke KOMNAS HAM dan LBH Jakarta, keluarga penghayat kepercayaan dari Cilacap dan Kebumen yang menjadi korban diskriminasi oleh pemerintah karena perkawinannya tidak dapat dicatatkan di Catatan Sipil dan anak-anaknya tidak mendapatkan Akte Kelahiran karena tidak mau mengakui salah satu agama.
   
25 Januari 2006
Mengirim surat ke Menteri Dalam Negeri agar bisa mencatat perkawinan-perkawinan yang dilakukan oleh pasangan penghayat kepercayaan, karena keberadaan Kepercayaan terhadap Tuhan YME, sudah diakui di dalam UUD 1945 dan UU HAM No. 39 tahun 1999.
   
9 Juni 2006
Mengadakan Seminar/Diskusi Panel yang diteruskan dengan penandatanganan Petisi oleh para peserta untuk mendesak Pemerintah dan DPR RI agar segera meratifikasi Deklarasi PBB tentang Penghapusan Segala Bentuk Intoleransi dan Diskriminasi yang didasarkan pada Agama atau Kepercayaan.
Selanjutnya Petisi tersebut akan disampaikan kepada pihak-pihak yang berwenang yaitu Presiden, DPR RI, dan instansi-instansi terkait.
   
28 Agustus 2006
Menjadi pembicara dalam Seminar Nasional dengan tema Pancasila Sebagai Modus Vivendi Dalam Beragama dan Berkepercayaan yang diadakan oleh IJABI (Ormas Islam Pluralis).
   
4 September 2006
Menyampaikan Petisi untuk Ratifikasi Deklarasi PBB tentang Penghapusan Segala Bentuk Intolerasi dan Diskriminasi yang didasarkan pada Agama atau Kepercayaan, kepada Fraksi PDIP DPR RI.
   
22 September 2006
Diminta oleh Komnas HAM untuk memberikan evaluasi dan  masukan terhadap penelitian tentang Kaji Ulang Posisi Departemen Agama dalam mengimplementasikan Kewajiban Negara untuk Melindungi Hak-Hak Beragama, yang nantinya akan diterbitkan menjadi Buku.
   
Nop. – Des. 2006
Bersama BKOK dan didukung oleh Direktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan YME serta LSM-LSM Anti Diskriminasi mendesak DPR RI baik secara langsung di Komisi II DPR maupun secara tidak langsung dengan aksi damai di luar gedung DPR, agar hak-hak kependudukan dan pencatatan sipil bagi penghayat Kepercayaan dapat diakomodir ke dalam RUU Adminduk yang sedang disusun oleh DPR RI.

Walaupun perjuangan belum berhasil sepenuhnya karena penghayat kepercayaan belum dapat mencantumkan identitas keyakinan/ kepercayaan di KK dan KTP, namun penghayat kepercayaan sudah tidak diharuskan mengisi kolom agama di KK dan KTP, (kolom agama dikosongkan).
Dan UU Adminduk juga mewajibkan pemerintah untuk membuat PP tentang Tatacara dan Persyaratan Perkawinan Penghayat, agar peristiwa-peristiwa penting penghayat dapat dicatat di Catatan Sipil dan mendapat legalitas hukum (Akta perkawinan, Kelahiran, Akta Kematian) tanpa harus melalui proses di pengadilan.
   
Tanggal 10 Desember 2006 beliau sakit dan kondisi kesehatannya terus menurun, hingga 4 bulan kemudian tepatnya pada hari Kamis, 12 April 2007 beliau meninggal dunia.

 
Anda Pengunjung Ke : 147845
Copyright © 2005-2008 Kapribaden - V.1. All rights reserved.